Agama Hindu berasal dari India. Agama Hindu sampai ke Indonesia dibawa
oleh para pedagang. Para pedagang dari India menyebarkan agama dan
kebudayaan mereka sambil berdagang. Namun, banyak ahli juga berpendapat
bahwa kaum brahmana yang telah membawa agama Hindu ke tanah air kita.
Berikut ini tokoh-tokoh sejarah pada masa Hindu, diantaranya:
Aswawarman, Mulawarman, Purnawarman, Airlangga, Jayabaya, Ken Arok,
Raden Wijaya, Gajah Mada, dan Hayam Wuruk.
Aswawarman
Aswawarman adalah raja Kutai kedua. Ia menggantikan Kudungga sebagai
raja. Sebelum masa pemerintahan Aswawarman, Kutai menganut kepercayaan
animisme. Ketika Asmawarman naik tahta, ajaran Hindu masuk ke Kutai.
Kemudian kerajaan ini menganut agama Hindu. Aswawarman dipandang sebagai
pembentuk dinasti raja yang beragama Hindu. Agama Hindu masuk de dalam
sendi kehidupan Kerajaan Kutai. Keturunan Aswawarman memakai nama-nama
yang lazim digunakan di India. Pengaruh Hindu juga tampak pada tatanan
masyarakat, upacara keagamaan, dan pola pemerintahan Kerajaan Kutai.
Mulawarman
Mulawarman menggantikan Aswawarman sebagai raja Kutai. Mulawarman menganut agama Hindu. Kemungkinan besar pada masa pemerintahan Mulawarman telah ada orang Indonesia asli yang menjadi pendeta Hindu. Dengan demikian upacara keagamaan tidak lagi dipimpin oleh Brahmana dari India. Mulawarman mempunyai hubungan baik dengan kaum Brahmana. Hal ini dibuktikan karena semua yupa dibuat oleh pendeta Hindu. Mereka membuatnya sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada Raja Mulawarman. Sanga raja telah melindungi agama Hindu dan memberikan banyak hadiah kepada kaum brahmana. Agama Hindu dapat berkembang pesat di seluruh wilayah Kerajaan Kutai.
Purnawarman
Purnawarman merupakan raja Tarumanegara. Kerajaan Tarumanegara merupakan kerajaan tertua kedua setelah Kerajaan Kutai. Purnawarman memeluk agama Hindu yang menyembah Dewa Wisnu.
Prasasti-prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara banyak menceritakan kebesaran Raja Purnawarman. Dalam Prasasti Ciaruteun terdapat jejak tapak kaki seperti tapak kaki Wisnu dan dinyatakan sebagai tapak kaki Raja Purnawarman. Di bawah kepemimpinan Raja Purnawarman, Kerajaan Tarumanegara dan rakyatnya berjalan baik dan teratur. Bukti keberhasilan kepemimpinan ini tercermin dalam Prasasti Tugu. Di prasasti itu diceritakan pembangunan saluran air untuk pengairan dan pencegahan bajir.
Airlangga
Airlangga adalah Raja Kahuripan. Beliau memerintah pada tahun
1.019-1.049. Airlangga sebenarnya putera raja Bali. Beliau dijadikan
menantu oleh Raja Darmawangsa. Ketika pernikahan berlangsung, Kerajaan
Kahuripan diserang bala tentara dari Wurawuri. Airlangga dan dibeberapa
pengiringnya berhasil melarikan diri.
Airlangga menyusun kekuatan untuk mengusir musuh. Usaha tersebut
berhasil. Bahkan, Airlangga berhasil memperkuat kerajaan Kahuripan dan
memakmurkan rakyatnya. Airlangga sebenarnya merupakan gelar yang
diterima karena beliau berhasil mengendalikan air sungai Brantas
sehingga bermanfaat bagi rakyat.
Ketika sudah tua, Airlangga mengundurkan diri dari pemerintahan. Beliau
pergi ke gunung untuk menjadi petapa. Sebagai petapa beliau bergelar
Jatiningrat. Urusan pemerintahan diserahkan kepada dua orang puteranya.
Namun kedua puteranya bersaing memperebutkan kekuasaan. Airlangga
memerintahkan Empu Baradah untuk membagi kerajaan menjadi dua, yakni
Panjalu (Kadiri) dan Jenggala. Sungai Brantas menjadi batas kedua
kerajaan baru itu.
Airlangga merupakan salah satu raja besar dalam sejarah Indonesia. Dalam
patung-patung lama, beliau sering digambarkan sebagai penjelmaan Wisnu
yang mengendarai garuda.


Tes Komentar
BalasHapus